Pages

 

Sebagian Rumah Ditelan Lubang

WUXUAN, (PRLM).- Seorang petani di kota Wuxuan, Guangxi, China terkejut saat sebagian rumahnya raib ditelan satu lubang besar di tanah. Lubang itu terbentuk dalam satu malam.
Wei Yilian menuturkan, dirinya dan anggota keluarga terbangun tiba-tiba ketika mendengar suara mirip ledakan. "Kemudian kami mendengar suara longsor. Kami tidak mempercayainya. Itu menakutkan," ujarnya seperti ditulis laman orange.
Sebagian kediaman We, termasuk mebel dan televisi, peranti audio terjatuh dalam lubang besar yang berisi air..
Diakuinya, dirinya sempat curiga ada yang tidak beres ketika air dalam sumur terus naik pada malam sebelumnya.
Menurut hali, lubang besar itu bisa disebabkan oleh runtuhnya struktur karst bawah tanah. (A-88)***

sumber: pikiran-rakyat.com
Read more...

Angka Kemiskinan Harus Terus Ditekan

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat HR Agung Laksono menegaskan, angka kemiskinan rata-rata penduduk Indonesia harus terus ditekan. Saat ini, berdasarkaan data BPS per September 2011, angka kemiskinan masih berkisar 12,36 persen.
“Mudah-mudahan, pada akhir 2014 atau awal 2015 mendatang angka kemiskinan di bawah 10 persen,” ujarnya pada sela-sela pembukaan seminar nasional bertajuk "Penanggulangan Kemiskinan dan Dampaknya guna Mengakselerasi Pencapaian Kesejahteraan Rakyat dalam Rangka Ketahanan Nasional", berlangsung di Auditorium Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Jakarta, Rabu (16/5/12). Turut mendampingi, Gubernus Lemhannas Budi Susilo Soepandji.
Agung yang juga tampil menjadi "keynote speaker" pada seminar itu menilai, perlunya upaya luar biasa agar penurunan angka kemiskinan itu tidak melambat. Menurut dia, minimum 1 persen per tahun.
“Jika penurunan di bawah 1 persen (per tahun), kita khawatir (target) tidak akan tercapai,” katanya.
Dijelaskan, apabila melihat data statistik dari BPS, angka kemiskinan mengalami tren penurunan, tetapi terjadi pelambatan dari periode Maret-September 2011. “Oleh karena itu, harus terus dilakukan akselerasi,” tuturnya.
Ditegaskan Agung, program-program penanggulangan kemiskinan terus dilakukan, termasuk menyangkut ketepatan sasaran program.
Pemerintah, kata dia, telah berupaya melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Upaya ini dilakukan melalui empat kelompok program atau klaster.
Klaster pertama adalah kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, antara lain berupa beasiswa miskin, jamkesmas, beras untuk rakyat miskin (raskin), program keluarga harapan, dan bantuan langsung tunai.
Selanjutnya, klaster kedua yang yang berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
Sedangkan, klaster ketiga menyangkut program yang berbasis pemberdayaan usaha mikro dan kecil, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini dilaksanakan dengan tujuan membantu usaha mikro dan kecil untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas usahanya agar kehidupan masyarakat miskin semakin stabil dan pendapatan meningkat.
Sementara itu, klaster keempat menyangkut kelompok program murah untuk rakyat (pro rakyat), seperti rumah dan tarif kendaraan angkutan umum yang murah, air bersih untuk rakyat, listrik murah dan hemat, serta peningkatan kehidupan nelayan dan petani. (A-94/A-108)***

sumber: pikiran-rakyat.com
Read more...

Kelangkaan Elpiji 3Kg Akibat Ulah Spekulan

BANDUNG, (PRLM).-Kelangkaan elpiji tabung 3 kg yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat (Jabar) disinyalir terjadi akibat ulah spekulan yang melakukan penimbunan. Diduga, aksi tersebut dilakukan terkait penyesuaian alokasi elpiji 3 kg di Jabar yang dilakukan Pertamina awal tahun ini.
Demikian diungkapkan Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi, di Bandung, Selasa (15/5). Untuk itu, menurut dia, Pertamina harus bertindak cepat, melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan aparat terkait.
"Sudah alokasinya disesuaikan, ditambah dengan aksi spekulasi. Indikasi ulah spekulan yang melakukan penimbunan terlihat dari tingkat permintaan elpiji 3 kg saat ini yang cenderung normal. Nyaris tidak ada lonjakan permintaan, seperti pada periode Lebaran," ujarnya.
Menurut dia, hal itu juga tercermin dari tingginya kenaikan harga elpiji 3 kg, yang dipasaran saat ini sudah mencapai Rp 15.000-Rp 20.000 per tabung. Padahal, harga gas elpiji 3 kg ditentukan pemerintah dan sampai saat ini belum ada kenaikan dari Pertamina.
Ia menilai, kondisi ini sudah sangat memprihatinkan, bahkan merugikan dan meresahkan masyarakat. "Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa memicu gejolak masyarakat. Oleh karena itu, Pertamina, pemerintah, dan kepolisian harus bergerak cepat untuk mengantisipasinya," kata Acuviarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar, Ferry Sofwan Arief, menilai, kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi saat ini akan mengancam eksistensi pelaku usaha mikro, khususnya di sektor makanan olahan.
Untuk itu, ia menghimbau agar Dinas Industri dan Perdagangan di tingkat kabupaten/kota segera melakukan pengawasan dan mengambil tindakan jika menemukan aksi spekulasi di daerah.
"Kelangkaan ini akan meresahkan masyarakat dan pelaku usaha mikro. Salama ini umumnya pelaku usaha mikro menggunakan elpiji 3 kg dalam menjalankan proses produksinya. Kelangkaan elpiji seharusnya tidak boleh terjadi karena sampai saat ini belum ada produk substitusinya," kata Ferry.
Akibat kelangkaan tersebut, menurut dia, saat ini sudah banyak pelaku usaha mikro yang mengganti bahan bakarnya. Misalnya, beberapa pengusaha tahu di Sumedang yang saat ini sudah beralih menggunakan kayu bakar.
Terkait kebijakan Pertamina yang melakukan penyesuaian kuota elpiji 3 kg di Jabar, menurut Ferry, seharusnya badan usaha milik negara (BUMN) tersebut menyampaikan informasi penyesuaian itu kepada masyarakat sebelum kebijakan tersebut diberlakukan.
"Seharusnya kebijakan ini disosialisasikan terlebih dahulu, sehingga masyarakat dan para pelaku usaha mikro memiliki persiapan untuk menghadapinya," tutur Ferry.
Pjs. Asisten Manajer External Relation Pemasaran BBM Retail Region III PT Pertamina (Persero), Fajri Pradana Putra, mengakui bahwa pihaknya sudah menerima laporan adanya kelangkaan elpiji 3 kg di beberapa wilayah Jabar. Namun, menurut dia, sejauh ini Pertamina belum akan menambah pasokan.
Akan tetapi, terkait potensi penimbunan yang mungkin dilakukan oleh para spekulan, menurut Fajri, Pertamina sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan aparat terkait. Penimbun, menurut dia, akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.
Menurut dia, adanya kekurangan pasokan elpiji 3 kg di Jabar terjadi karena penyesuaian alokasi untuk wilayah ini. Dari 3,6 juta metric ton (3,6 Miliar kg) alokasi elpiji nasional tahun ini, Jabar hanya mendapat jatah sekitar 900.000 metric ton.
Namun, ia memastikan, stok elpiji 3 kg aman, sehingga mengjimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buyying. Pasalnya, menurut dia, kepanikan masyarakat akan semakin menungkatkan potensi penimbunan yang dilakukan oleh spekulan. (A-150/A-89)***

sumber: pikiran-rakyat.com
Read more...

Eva Sundari: Polisi Tunduk kepada Ormas

Kepolisian dinilai hanya menghindari kewajibannya untuk menjaga keamanan terkait tidak memberikan rekomendasi atas konser Lady Gaga yang akan digelar pada 3 Juni 2012. Kepolisian dinilai telah tunduk pada desakan organisasi masyarakat (ormas).
"Ketertundukan polisi ke mereka (ormas) bukan saja ketika pertunjukan musik, melainkan juga diskusi-diskusi beradab. Bahkan, hak rakyat beribadah pun telah dikalahkan demi menuruti kelompok intoleran," kata anggota Komisi III DPR, Eva Kusuma Sundari, di Jakarta, Rabu (16/5/2012).
Eva dimintai tanggapan sikap Polda Metro Jaya yang tak memberikan rekomendasi konser Lady Gaga. Polda Metro beralasan banyak pihak memberikan masukan agar melarang konser itu karena penampilan Lady Gaga dinilai tidak sesuai dengan budaya dan moral bangsa Indonesia.
Polda Metro menyebut penampilan Lady Gaga dalam konser-konser sebelumnya memperlihatkan aurat dan gerakan-gerakan erotis. Hal itu bertentangan dengan moral dan budaya bangsa Indonesia.
Eva mengatakan, kepolisian seharusnya obyektif dalam pemberian izin keramaian. Namun, kata dia, kepolisian telah bersikap subyektif ketika mempertimbangkan izin konser Lady Gaga. Akhirnya, kepolisian bertindak diskriminatif.
Eva membandingkannya dengan sikap kepolisian ketika membiarkan aksi kelompok-kelompok intoleran yang memaksakan kehendak, menyebarkan kebencian, bahkan mengajak pembunuhan.
"Polisi membiarkan pembusukan-pembusukan yang sistematis. Ini sinyal memprihatinkan soal pengabdian 3P polisi sebagai pelindung, pelayan, pengayom. Ternyata, 3P itu untuk kelompok intoleran, bukan untuk pemeluk agama minoritas, atau warga negara yang pencinta kebebasan untuk cerdas, dan bukan untuk penggemar Lady Gaga," pungkas politisi PDI Perjuangan itu.

sumber: nasional.kompas.com
Read more...

Garut Kembangkan 49.676 Sapi


Garut News
Kepala Disnakanla Kabupaten Garut, Ir Hermanto mengatakan, pada 2012 ini mengembangkan 49.676 sapi, terdiri 21.676 sapi perah, 13 ribu pembibitan sapi potong, serta 15 ribu penggemukan sapi potong.
Kepada Garut News, Rabu, dia mengemukakan, 21.676 sapi perah jenis FH itu, bernilai berkisar Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar, bersumber dari APBD kabupaten setempat serta serta sekitar Rp600 juta dari APBD Provinsi Jawa Barat.
Dengan zonasi penyebarannya di Kecamatan Samarang, Bayongbong, Cisurupan, Pamulihan, Cihurip serta Kecamatan Banjarwangi, katanya.
Sedangkan sebanyak 13 ribu pembibitan sapi potong jenis Ongol tersebut, berzonasi di Kawasan “Garut Selatan” (Gasela), disusul 15 ribu penggemukan sapi potong berzonasi di Kawasan Garut Utara, total menelan dana berkisar Rp1 miliar hingga Rp1,2 miliar.
Selain itu terdapat pengembangan ternak satu juta domba bernilai Rp1 miliar, bersumber dari “Dana Alokasi Umum” (DAU), katanya pula.
” Produk Perikanan Ditargetkan Bernilai Rp488 Miliar “
Kepala Bidang Perikanan Disnakanla setempat, Ir Tati Karyati juga mengemukakan, pada 2012 menargetkan produksi sebanyak 48.805 ton ikan, bernilai ekonomi sebesar Rp488 miliar.
Target produksi tersebut, terdiri 21.693 ton ikan mas, 16.872 ton ikan nila, 241 ton lele, 600 ton udang paname dan udang galah, serta terdapat pula target produksi jenis ikan lainnya sebanyak 9.351 ton, katanya. *****(John).
Read more...

Pengemudi Diimbau Beristirahat Saat Letih di Tol Purbaleunyi

BANDUNG, (PRLM).- Masyarakat yang hendak liburan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Terlebih sopir yang melintasi kawasan tol Purbaleunyi. “Daerah yang paling rawan adalah Purwakarta karena kaitannya dengan tol, di KM 60-an sampai 100,” ujar Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Bimo Anggoro Seno seusai menghadiri acara HUT ke-32 Yayasan Kemala Bhayangkari, di Graha Bhayangkara, Kota Bandung, Selasa (15/5/12).
Dikatakan dia, desain tol di sana memang rawan. Imbauannya, untuk sopir kendaraan umum seperti bus juga kendaraan pribadi, agar dalam kondisi prima saat berkemudi.
“Harus istirahat cukup. Setelah menyupir empat jam, satu jam harus istirahat,” jelasnya

sumber: pikiran-rakat.com
Read more...

Perilaku Merokok di Kalangan Anak Memprihatinkan

Perilaku merokok di kalangan anak-anak Indonesia semakin hari, kian memprihatinkan. Bagaimana tidak, hal itu kini menjadi sorotan publik, tak hanya di dalam negeri, namun media massa internasional.

Setelah beberapa waktu lalu, ada nama Sandi, balita asal Malang, Jawa Timur dan Aldi, bocah berusia dua tahun asal Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, yang begitu maniak merokok. Anak-anak itu, sanggup menghabiskan empat bungkus rokok kretek setiap hari.

Belakangan, muncul pemberitaan mengenai Ilham, bocah delapan tahun asal Sukabumi, Jawa Barat. Ia merokok sejak usia empat tahun. Bahkan, kerap mengamuk kalau permintaan untuk merokok tidak dipenuhi.

Kasus para perokok belia, bisa disebut fenomena puncak gunung es. Ada ribuan, bahkan puluhan ribu perokok belia di luar sana yang masih luput dari perhatian publik.

Tahukan Anda, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010? Secara nasional, prevalensi penduduk usia 15 tahun ke atas yang merokok sebesar 34,7 persen, dimana 28,2 persen adalah perokok setiap hari, dan 6,5 persen perokok kadang-kadang.

Yang memprihatinkan, hampir sebagian besar perokok aktif di Indonesia mulai merokok sejak usia belia. Sekitar 43,3 persen perokok, mulai merokok di usia 15-19 tahun, sekitar 17,5 persen mulai merokok di rentang usia 10-14 tahun dan 14,6 persen di usia 20-24. Bahkan di antara para perokok sebanyak 1,7 persen mulai merokok sejak usia lima sampai sembilan tahun.

Dari hasil analisis, dicatat perokok dengan umur mulai merokok di usia balita terbanyak dijumpai di Jawa Timur (22 persen). Disusul berikutnya adalah Jawa Tengah serta Jawa Barat di urutan kedua dan ketiga.

Perokok belia kini tak sungkan merokok di tempat umum, bahkan di rumah sendiri. Lingkungan tumbuh kembang anak saat ini memang cenderung mengondisikan bahwa perilaku merokok itu sebagai hal yang lumrah.
Pengaruh inisiasi merokok di kalangan anak dan remaja itu muncul dari lingkungan sekitar, mulai dari teman sepermainan, tetangga, kakak atau saudara, bahkan ironisnya, dari orang tua sendiri.

Riskesdas 2010 memperlihatkan, bahwa secara nasional prevalensi perokok umur 15 tahun ke atas yang merokok di dalam rumah mencapai 76,6 persen. Bahkan sekitar 68,5 persen perokok usia 15-24 merokok bersama anggota rumah yang lain.

Iklan dan promosi rokok pun mengepung dari segala penjuru, di dalam dan di luar rumah. Bahkan, seringkali iklan dan promosi rokok ini mengiringi berbagai acara dan kegiatan yang diikuti kalangan anak dan remaja.

Dengan kekuatan visualnya, iklan-iklan ini menyampaikan pesan perokok sebagai sosok yang keren, berani, percaya diri, kreatif dan setia kawan. Sangat mudah menggiring anak dan remaja, yang tengah mencari jati diri, untuk menjadi perokok pemula.

Pemerintah tentunya memiliki kewajiban melindungi generasi muda dari bahaya rokok ini. Salah satu alat legitimasi pemerintah dalam memenuhi kewajiban ini adalah melalui produk Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai zat adiktif bagi Kesehatan, atau dikenal dengan RPP Tembakau.

sumber: news.okezone.com
Read more...

SBY Diminta Respons Novum Kasus Munir

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Hukum DPR Nasir Djamil meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) segera merespons temuan dua barang bukti baru (novum) terkait kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib.

"Penting sekali bagi Presiden SBY merespons pengajuan dua novum dalam kasus pembunuhan Aktivis HAM Munir yang diajukan teman-teman LSM ke Kejaksaan," ujar Nasir kepada Okezone, Selasa (15/5/2012) malam.

Menurutnya, Kejaksaan masih dibawah Presiden, sehingga penyelesaian kasus HAM masih menjadi tanggung jawab Presiden SBY.

"Saya pikir, rezimnya Pak SBY masih sangat lemah political will-nya dalam kebijakan penegakan HAM," tandasnya.

Seperti diberitakan, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), serta Komite Solidaritas untuk Munir (Kasum) membeberkan dua bukti baru terkait kasus Munir kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Senin 14 Mei lalu.

Novum tersebut yakni surat pengakuan dari Badan Intelijen Negara, dari tanggal 6 hingga 12 September 2004 tidak ada surat Muchdi PR, ke negara Malaysia. Kemudian, adanya rekaman percakapan antara Muchdi PR dan Polycarpus, pilot yang memasukkan racun ke makanan Munir di pesawat Garuda.

sumber: news.okezone.com
Read more...

Ini Alasan Yogi Upload Foto Palsu Korban Sukhoi

Jakarta Polisi masih mendalami motif Yogi Samtani mengunggah foto korban Sukhoi palsu di situs jejaring sosial. Versi pengacara, Yogi melakukan itu awalnya karena empati dan tidak tahu foto yang dipasangnya palsu.

"Awalnya empati. Tapi kenyataannya ada yang merespon negatif rasa empati itu. Dalam hal ini dia akui ksalahan itu karena tidak mengkroscek," kata kuasa hukum Yogi, Muhammad Yahya Rasyid, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2012).

Menurut Yahya, hanya satu foto yang diupload oleh kliennya. Ada pun beredar foto lain, dianggapnya sebagai penyalahgunaan akun twitternya.

"Foto 1 adalah yang 2 orang tergeletak, mungkin yang di India. Hanya mengunggah nggak smpai 2 jam," terangnya.

Saat ada respon negatif, mahasiswa asal Lampung itu pun langsung menghapusnya. Kendati demikian, Yogi masih mendapat kecaman dari Facebook maupun email.

"Dia menyerahkan diri, dia menyadari karena dia depresi ternyata bela sungkawa yang diungkapkan itu menimbulkan efek negatif. Dalam kesmpatan ini kami menyampaikan permohonan maaf dari Yogi sekeluarga tidak ada maksud lain-lain hanya menyampaikan rasa empti terhadap musibah sukhoi," sambungnya.

Yogi sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyebar foto palsu korban Sukhoi. Dia dijerat dengan pasal pasal 51 ayat 1 junto pasal 35 UU no 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Hingga saat ini, mahasiswa asal Lampung tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mabes Polri.

sumber: news.detik.com
Read more...

Yamusa InfoNews


View Others News>>>
View Others Mancanegara>>>
View Others Sport>>>
View Others Jawa Barat>>>
View Others Health>>>
View Others Beauty>>>
View Others wisata&kuliner >>>

Sebuah Renungan


View Others>>>

Groovy Movie

Follow Us on Twitter Be Our Fan